08 July 2007

Kenali WANITA DARI CARANYA BERJALAN


Kenali Wanita dari Cara Berjalannya Percaya gak percaya....

Tips dari Kanjeng Pengeran Harya Tjakraningkrat dari buku bertajuk "Bethaljemur Addamakna". Menurutnya setiap gerakan wanita ketika berjalan, melambangkan keperibadiannya.

1. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah. Golongan wanita yang jalannya berginjat, konon wanita ini adalah wanita yang tidak jujur, bila berbohong, mulutnya laser dan menyinggung perasaan orang lain. Wanita yang berjalan seperti ini juga terkenal dengan sikap egonya. Lebih parah, wanita ini biasanya pemboros atau suka membazir uang tanpa berpikir sebelum berbelanja. Padahal, uangnya itu masih banyak kegunaannya. Tapi jangan berkecil hati, kerana wanita seperti ini biasanya menjadi pujaan lelaki.

2. Bila berjalan, sering menoleh ke kanan and kiri. Wanita seperti ini biasanya pandai menyimpan rahsia. Walaupun ramai yang menganggap wanita seperti ini tidak jujur, suka menipu teman sendiri, dan merugikan temannya, namun, byk lelaki yang berusaha untuk menaklukan hatinya. Konon wanita seperti ini senang diatur.

3. Bila berjalan suka menunduk Cara berjalan melambangkan wanita seperti ini memiliki sifat yang tertutup. Ia hanya akan berbicara dengan orang-orang yang dekat dengannya dan dpt dipercaya untuk menyimpan rahasianya. Wanita seperti ini biasanya sukar untuk ditakluk hatinya. Disamping sikapnya yang dingin, wanita seperti ini tidak peduli dengan kehidupan cinta. Namun, jika ada lelaki yang berhasil menawan hatinya, dijamin akan mendapat kebahagiaan. Sebab, wanita jenis ini sangat setia, dan dia tidak akan mengkhianati lelaki yang dicintainya.

4. Bila berjalan menatap lurus ke depan. Wanita seperti ini biasanya memiliki pendirian yang teguh. Jangan sekali-sekali menentang apa yang pernah dikatakannya, jika anda tidak mau mendengar dia bicara panjang lebar. Meski pendiriannya teguh, tapi selalu berselisih pendapat. Jangan heran jika wanita seperti ini hanya mau bicara dengan orang yang berpengetahuan luas.

5. Bila berjalan badan bergerak ke kanan dan kiri. Wanita yang berjalan dengan gaya yang sedemikian tidak perduli dengan masalah yang berlaku. Apa pun masalah yang ada dihadapannya, dianggap kecil. Padahal masalah itu sebenarnya memerlukan kebijaksanaan dalam menyelesaikannya. Kerana sifatnya yang suka ambil gampangnya ini, banyak persoalan yang akhirnya tidak dapat diselesaikan dan akibatnya merugikan diri sendiri.

6. Bila berjalan badan tampak tegak Wanita ini tegas menentukan sikapnya sendiri. Dia tidak mau urusan pribadinya dicampuri orang lain. Gaya bicaranya serius, menunjukkan dia memiliki pendirian teguh. Yang menarik dari wanita ini, ia bertanggungjawap terhadap apa yang pernah dilakukannya. Dia menyenangi lelaki yang mandiri tanpa meninggalkan sifat-sifat romantisnya.

7. Bila berjalan seperti Jerapah. Maksudnya, ketika melangkahkan kaki, kelihatan bergerak ke depan dan ke belakang. Wanita jenis ini sangat lemah perasaannya. Dia seorang yang mudah terasa dan mudah ersinggung. Jadi, saat anda bicara dengannya cobalah menjaga perasaannya agar tidak tersinggung, wanita ini mudah mengeluarkan air mata.

8. Bila berjalan sambil cengar-cengir, senyam-senyum tanpa alasan jelas ini wanita gila, agak kurang waras jgn didekati

9. Bila berjalan sambil nyanyi trus bawa kecrekan Berarti dia WARIA, bukan wanita asli..banyak pria yang takut padanya

10. Bila berjalan sambil sesekali memamerkan barisan gigi2nya yang putih HATI HATI dia belom di suntik rabies !

11. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah Mungkin dia syetan....lariiiiii ......hahahhaha. .....

12. kalo ada wanita bisa jalan di air, wuah... itu pasti zhang zi yi! :p

13. Kalo ada wanita berambut panjang menutup muka dan keluar merangkak dari TV anda, maka itu Sadako. Avoid at all cost!

05 July 2007

tak ada judul

setelah cukup lama aku absen dari dunia maya, malam ini aku mencoba mengais kembali kotak surat elektronikku.. berharap ada sesuatu yang bisa menemani sisa waktuku sebelum beranjak tidur. kawanku, ternyata ada sebuah email yang cukup menggetarkan... yap, perhatikan saja setiap kata yang terangkai. kehidupan selalu memberikan pembelajaran... rasa-rasanya sayang kalau tidak disharingkan untuk semua orang. terima kasih mbak Dyan... tabik! from: Dyan to : [kemudian] Life Lesson ^_^ Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.. Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya.... Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik... Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya... Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati.... Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak menyukai saya.... Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya.... dan untuk itu saya harus memaafkannya... Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain... kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus... Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan.. Saya belajar bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda... Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya... Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati... Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya... Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis.... Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai... Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya... Saya belajar, bahwa saya harus belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan dan hidup untuk masa depan, bukan terus-menerus melihat ke masa lampau.. Saya belajar, bahwa cinta itu memberi dan mengerti tanpa harus diberi dan dimengerti.. Saya belajar, bahwa apa yang saya inginkan tidak selalu sesuai dengan apa yang saya butuhkan, dan saya harus berlapang dada menerimanya.. Saya belajar, bahwa keluarga saya adalah harta terbesar yang saya punya.. Saya belajar, bahwa dengan berterima kasih pada Yang Maha Kuasa, maka Ia akan memberi rahmat lebih banyak lagi.. Saya belajar, bahwa saya harus tidak boleh berhenti belajar...

10 June 2007

Perkenalkan, Nama Saya Patung Kinetik

sedikit berbagi, tulisan dari kawan lama...
sekaligus membayar "hutang" kisah kumparan plastik yang silam

PURWOKERTO-Puluhan benda pipih layaknya pita beraneka warna terjuntai ke bawah dan meliuk-liuk berirama. Semakin kencang angin menyambar, semakin genit pula lengkungan spiral itu. Saking terhipnotisnya, seorang pengunjung bahkan sempat berbisik lirih pada Rakyat, “Saya membayangkan ini kayak bokong Inul.”

Sejak Minggu (11/3) kemarin, ruang pamer Komunitas Rumah Arisan memang dipenuhi karya Mursalim (30), seorang seniman patung kinetik (kinetic sculptures) jebolan ISI Yogyakarta, untuk diapresiasi oleh publik. Nama Mursalim terdengar asing, karena semenjak kepulangannya ke Purwokerto pada 2001, ia lebih banyak menggarap seni sastra. Mursalim kerap mengisi acara Sambel Terasi di RRI dengan memakai nama Lin Mursal.



Yohanes D. Sasongko, salah seorang pegiat Komunitas Rumah Arisan, mengatakan, “Penyajian karya ini untuk publik di Purwokerto lebih dititikberatkan pada konsepsi, bukan pada wujud atau visualisasi karya.”

Tatkala berbincang dengan Rakyat di rumahnya (11/3), Mursalim mengaku, karyanya lebih menonjolkan pada aspek warna sebagai satu turunan dari unsur gerak yang wajib terpenuhi. Garis potong warna antara spiral satu dengan yang lain menimbulkan fantasi tersendiri. “Geraknya ada yang ke atas dan ke bawah. Apabila ke atas, ia seolah tak berujung dan mencapai langit. Kalau ke bawah, ia seperti hendak mengebor tanah,” katanya menirukan seorang pengunjung yang dimintai penilaian akan karyanya itu.

Main-Main Sebagai Konsepsi
Patung kinetik memang tak populer di Indonesia. Padahal, jenis karya patung ini mulai berkembang di Eropa pada tahun 1920-an dengan mengedepankan aspek gerak secara nyata dari benda-benda tiga dimensi. Ditengarai baru dikenal di Indonesia pada kisaran akhir 1970-an. Pun demikian, pengakuan atas patung kinetik sebagai salah satu bagian dari seni patung hanya berkutat pada lembaga pendidikan yang khusus mempelajari ikhwal seni.

Mursalim menyebut Marcel Duschamp sebagai salah satu peletak dasar dekonstruksi terhadap patung secara konvensional yang cenderung diam dan hanya mampu menghasilkan efek gerakan yang semu. “Duschamp menyebut karyanya sebagai patung, padahal ia hanya mempertontonkan semacam roda sepeda yang berputar,” ungkap Mursalim sembari tertawa.

Konsepsi “main-main” ini yang lantas menjadi salah satu pedoman para seniman untuk berkarya. Tentulah, istilah main-main bukan sekadar iseng atau berkonotasi tak serius, melainkan lebih pada usaha untuk mencapai suatu pemaknaan dan metode yang baru. Rumus umum memang berlaku, kebaruan menjadi hal mutlak yang harus dipenuhi oleh seorang seniman. Sebuah karya seni hanya akan menjadi sampah tatkala terjebak pada imitasi realitas yang telah banyak dimamah oleh obrolan di warung kopi atau tempat lain.

Angin Sebagai Penggerak
Mursalim menjelaskan, segala benda tiga dimensi yang bergerak, bisa disebut sebagai patung kinetik. Berbagai macam alat penggerak pun diakui sebagai bagian dari karya tersebut. “Penggerak bisa kita dapatkan dari mesin, atau bahkan yang alami seperti angin dan air,” jelas lelaki yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk menamatkan kuliahnya ini.

Karya Mursalim mengandalkan angin sebagai penggeraknya. Tak heran, kita mungkin akan melongo dan gemas tak sabar ketika menyaksikan spiral-spiral itu hanya diam tak bergeming karena angin tak segera berhembus menerpa. Tatkala angin berhembus agak kencang, pengunjung terdiam dan benar-benar terpukau pada gerakan meliuk yang ada di depan mata.

Asas kerja yang sederhana dengan memanfaatkan alam ternyata mampu membuahkan berbagai macam fantasi di benak para penikmat. Seperti gerakan ular yang tak patah-patah, kata seorang pengunjung. “Menakutkan. Saya seperti sedang diserang bor dari segala penjuru,” celoteh pengunjung lain yang merebahkan diri di bawah spiral bergelantungan itu.



Sang seniman sendiri membebaskan penafsiran publik dalam menikmati karyanya. Ia memang ingin menyuguhkan efek secara psikologis. “Ada yang bilang karya saya memberi ketenangan. Ya silakan saja,” katanya lugu.

Karya Yang Steril
Karya seni tentu bukan barang pabrikan yang diproduksi secara massal. Lebih lanjut, kecenderungan para seniman untuk membuat sesuatu yang estetis dan eksklusif ternyata harus berhadapan dengan kekuatan modal. Harapan dari sang seniman menampilkan karyanya ini tak muluk-muluk. Untuk publik Purwokerto ia jelas tak melihat potensi pengakuan dan hanya berharap celetukan heran dari pengunjung, “Oooh, ini patung tho!”

Sayangnya, karya ini merupakan karya yang steril. Ia tak berkehendak untuk menciptakan ruang-ruang sosial untuk berbicara realitas. Padahal, patung kinetik yang mengandalkan unsur gerak, sebenarnya mampu untuk ‘nakal’ melakukan kritik sosial atau bahkan sebagai seni terapan yang sangat berguna. Banyak perkembangan teknologi yang sebenarnya menyisakan ruang bagi kreasi-kreasi seni patung kinetik. Sebutlah misal, kincir angin/air yang apabila mengacu pada asas kerjanya, jelas merupakan bagian darinya. Dan Mursalim sebagai kreator, rasanya belum menuju ke arah itu. (Bayu Kesawa Jati/bkj)

17 May 2007

Taman Bacaan Masyarakat Catatan yang tertinggal namun patut untuk disimak.

Perjuangan Membangun Budaya Membaca dan Menulis

Oleh : Virgina Veryastuti

Negeri ini semakin terpuruk setiap harinya, ketika semua yang diinginkan dapat diraih dengan mudah alias serba instant, masyarakat tak lagi menyukai sebuah proses yang membutuhkan waktu lebih lama. Mulai dari pemrosesan makanan hingga budaya belajar dapat dilakukan secara instant. Membuat generasi muda tak lagi mau belajar apalagi membaca, sebuah ancaman serius bagi masa depan sebuah bangsa.
Jakarta (21/2) Dalam sebuah acara diskusi pengantar literasi yang bertajuk : Pengalaman Komunitas Basis Membangun Budaya Membaca dan Menulis Berbasis Perpustakaan bertempat di Perpustakaan Diknas, Siti Nuraini ketua harian Family Education Series (FEDus) mengungkapkan bahwa "Wajah anak bangsa saat ini begitu mengkhawatirkan, menurut data diknas tahun 2004-2005, sekitar setengah dari 85 juta jumlah anak Indonesia tidak bersekolah. Dan peringkat pendidikan menurut Human Deviasi Index termasuk dalam nomor urut 112 dari 157 negara dan anak-anak tidak memiliki pemahaman apa yang mereka baca" .

Hampir seluruh anak-anak saat ini memiliki sifat senang membentak,
mampu melawan, menyukai hal-hal instant, tidak peduli terhadap orang
lain dan yang mencemaskan adalah mereka tidak menyukai sebuah proses.
Hal ini disebabkan karena banyak orang tua yang juga suka membentak di rumah, dan sebagian besar dari orang tua tersebut mempunyai anak usia 7 tahun. Usia dimana anak-anak mulai belajar untuk mengikuti kebiasaan yang mereka pelajari dilingkungannya.

"Oleh karena hal tersebut diatas dibutuhkan orangtua yang smart, orangtua yang mampu bertindak sebagai guru yang cerdas, teman yang mengetahui perkembangan lingkungan, pemimpin di rumah dan orang tua yang konsisten dan disiplin. Hal ini diperlukan agar anak dapat memiliki bekal yang baik bagi masa depannya." jelas ibu Nur lebih lanjut.

Fakta-fakta tersebut menjadi salah satu pendorong timbulnya perpustakaan- perpustakaan atau taman-taman baca masyarakat berbasis komunitas. Sebuah upaya menyelamatkan bangsa dengan meningkatkan budaya membaca dan menulis untuk anak-anak yang dilakukan oleh orang-orang yang peduli akan masa depan bangsa ini.

Gunawan Julianto, sebagai salah seorang penggerak Rumah Pelangi dari Dusun Kadirejo, Muntilan, Jogjakarta, melakukan beragam aktifitas untuk anak-anak di daerahnya. Kegiatan mulai dari membaca, menulis, observasi, membuat peta lingkungan hingga kreativitas yang sangat diminati oleh anak-anak disana.

Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Soimah dari Taman Baca Mutiara Ilmu. Dua tahun lalu, ia membangun taman baca di tempat tinggalnya didaerah Bekasi dengan biaya sendiri. Tempat tinggal yang luasnya terbatas bukan halangan baginya untuk memberikan sarana bagi anak untuk membaca dan berkreatifitas, dengan tenda sederhana di depan rumah dan beberapa kursi plastik menjadikan kegiatan membaca lebih asyik dan menyenangkan.

Muak dengan keadaan saat ini, pembudayaan doktrinisasi orang tua yang membatasi anak untuk melakukan hal-hal yang diinginkan, menjadi salah satu alasan untuk membuat taman baca dalam bentuk sanggar di lingkungan perkampungan 'grass root' dilakukan oleh Robi Maulana dan teman-temannya dari Sanggar Belajar Miskin Kota.

Kondisi masyarakat yang susah untuk mencari makan bagi keluarganya sendiri, menjadi salah satu penyebab utama mengapa budaya baca/belajar di tingkatan "Grass Root" sulit dilakukan. Para orangtua lebih mementingkan anak dapat membantu mereka mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari daripada belajar dan membaca. Bersama teman-temannya, Robi dengan sabar mengajak dan mendekati para orangtua untuk terus meminimalisir anak-anak yang turun kembali ke jalan mengajak mereka untuk membaca dan belajar di sanggar, sehingga cita-cita mereka agar jangan ada anak kecil di jalanan menjadi kenyataan.

Saat ini, Sanggar Belajar Miskin Kota tak hanya sebagai tempat untuk belajar namun juga berkembang sebagai tempat pengaduan dari para orang tua yang anaknya belajar di sanggar tersebut. Kesulitan-kesulitan mengenai ketidakmampuan orangtua untuk membiayai pendidikan anaknya membuat Robi dan teman-temannya membuat tim advokasi pendidikan yang bertugas untuk menangani masalah-masalah seperti ini. Sudah puluhan anak-anak miskin kota yang terbantukan dengan adanya tim advokasi ini.

Tidak hanya belajar membaca dan menulis, mereka juga berkesenian. Pembuatan street performance untuk masyarakat yang dilakukan di daerah perkampungan menjadi salah satu ajang menarik tersendiri bagi masyarakat. Menurut Robi, berkesenian tidak hanya untuk masyarakat tertentu, masyarakat miskin pun berhak untuk berkesenian.

Bapak Ganda Purnama, seorang bapak yang mengawali taman bacanya dari sebuah keprihatinannya di tahun 2001 ketika beliau sering menemui anak-anak penggembala kambing di dekat perumahannya sedang berebut majalah hingga berkelahi. Peristiwa tersebut menjadikan titik awal beliau terjun ke dunia taman bacaan. Mencoba mengenal masyarakat sekitarnya lebih baik, meminjamkan buku anak-anaknya kepada mereka menjadi satu triger untuk mencerdaskan dan memberikan wawasan yang luas untuk masyarakat sekitarnya yang ternyata hampir 99% tidak mengetahui tanggal lahir anak-anak mereka.

Akhirnya dengan didukung oleh keluarga dan masyarakat setempat, pak Ganda bekerjasama dengan Wacana berhasil mendirikan sebuah taman baca bernama Perahu Baca. Sebuah perahu yang berlayar di lautan ilmu dan menjadi wadah bagi orang-orang yang berlayar dalam perahu tersebut itu untuk terus menggali dan mencari ilmu.

Keinginan dan cita-cita yang luhur tanpa pamrih dalam mencerdaskan
anak bangsa ternyata bukanlah hal yang mudah dan tanpa halangan. Para pembicara dalam diskusi tersebut semuanya memiliki banyak tantangan dan benturan dengan masyarakat sekitar dimana mereka mencoba membuat taman baca untuk anak-anak. Mulai dari sindiran yang berhubungan dengan pribadi hingga tuduhan menjadi misionaris atau unsur-unsur sara lainnya adalah tantangan-tantangan yang harus mereka lalui. Ancaman baik melalui sms atau secara langsung pun kerap mereka dapati. Melakukan hal-hal baik untuk masyarakat tak selamanya mudah.

Beruntung mereka bukanlah orang-orang yang pantang menyerah, orang-orang terpilih yang mempunyai semangat dan pengabdian tinggi untuk masyarakat. Pahlawan sebenarnya yang tak pernah terucapkan dalam pidato-pidato kenegaraan.

"Salah satu cara yang saya lakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan mendekati masyarakat dengan cara bersahabat, mengenal mereka dengan lebih baik, bahkan saya tidak jarang sampai menginap dirumah masyarakat hanya untuk lebih mengenal mereka dan kebiasaan-kebiasaan nya" Ujar pak Ganda mengenai kiatnya mengatasi rintangan-rintangan tersebut.

"Bergandengan tangan, tetap konsisten, dan membuka wawasan adalah sebuah proses yang harus dilakukan dalam pendirian taman baca" Ibu Nur menambahkan.

Pembuatan Taman Bacaan Masyarakat oleh sebuah komunitas maupun perseorangan berbasis perpustakaan adalah sebuah perjuangan panjang dalam upaya membangun budaya membaca dan menulis di masyarakat.
Sebelum menjadikannya sebuah budaya, banyak tahapan-tahapan perjuangan yang harus dilalui, mengenalkan pentingnya membaca kepada masyarakat, membuat masyarakat untuk mencintai bacaan, membuka wawasan hingga menjadikannya sebuah budaya yang melekat erat dalam masyarakat. Sebuah perjuangan panjang merubah budaya 'pembodohan' dalam masyarakat saat ini.

Kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Membaca dan dihadiri oleh berbagai macam komunitas dan taman bacaan masyarakat ini memang menjadi sebuah ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi semua orang yang memiliki keinginan yang sama. Keinginan untuk membuat taman bacaan atau hal-hal sejenis lainnya agar bangsa ini menjadi lebih baik.

Semua orang adalah guru dan semua tempat adalah tempat belajar, sebuah kutipan yang dipegang teguh oleh sanggar Belajar Rakyat Miskin Kota ini agaknya bisa dipegang oleh semuanya. Dengan berbagi ilmu dan pengalaman kita bisa menjadi guru bagi satu sama lain dan tempat dimanapun kita berbagi adalah tempat kita untuk belajar. Tetap semangat! [v]

[InspirasiIndonesia] Artikel: MEMBENTUK KONSEP DIRI LEBIH BAIK

Dari: "Wuryanano Raden"
Tanggal: Tue, 15 May 2007 19:32:27 -0700 (PDT)

Salam....

Membentuk Konsep Diri Lebih Baik

Untuk membentuk Konsep Diri menjadi lebih baik lagi, maka lebih dulu Anda harus mengetahui hal apa yang mempengaruhi Konsep Diri. Anda harus tahu bahwa konsep diri dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu:
1. Cita-cita Diri
2. Citra Diri
3. Harga Diri

Cita-cita Diri adalah keinginan untuk mencapai sesuatu tujuan / keinginan pribadi, dan itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar Anda, orang tua, teman ataupun tetangga. Hal ini biasanya akan sangat kuat pengaruhnya terhadap Anda di masa depan. Seringkali terjadi bahwa cita-cita diri Anda bukanlah merupakan cita-cita pribadi Anda. Tetapi karena itu sudah terjadi dan Anda jalani saat ini, tidaklah mungkin mengubah secara fisik apa yang saat ini sudah terjadi. Misalnya, Anda tidak ada cita-cita untuk menjadi seorang dokter, tetapi karena orang tua Anda sangat menginginkan punya anak seorang dokter, maka akhirnya di dalam perjalanan pendidikan Anda sudah terarah untuk menjadi dokter, dan menjadi kenyataannya sekarang. Nah, ini tidak mungkin Anda ubah secara fisik. Anda pasti ya tetap menjadi seorang dokter, insinyur atau guru dan lainnya lagi. Hal ini sebenarnya tidak begitu berpengaruh pada kehidupan pribadi Anda, jadi jangan terlalu dipikirkan. Kehidupan Anda sejatinya tidak harus terkait dengan berbagai sebutan-sebutan profesi awal Anda. Tetapi penting di sini dipahami, bahwa kehidupan pribadi Anda sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang lebih prinsip, sesuatu dari dalam diri Anda yang Anda yakini, yaitu Citra Diri.

Citra Diri ini perlu dipahami lebih dulu maknanya, karena merupakan suatu produk dari pengalaman masa lalu beserta sukses dan kegagalannya. Dari sini Anda membangun sebuah gambaran tentang diri Anda, yang menurut keyakinan Anda benar. Citra Diri sebenarnya adalah "Konsepsi Anda sendiri mengenai seperti apakah diri Anda sebenarnya".

Seringkali keyakinan Anda tentang diri Anda itu salah; dan sesungguhnya itu memang salah. Tetapi yang sering terjadi di sini adalah "Anda telah bersikap seakan-akan semua itu adalah benar". Anda bisa menjadikan hal itu sebuah kisah sukses, atau sebaliknya suatu kisah penuh kegagalan, kesialan, ketidakmujuran. Semuanya tergantung pada apa yang akan Anda lakukan terhadap citra di dalam diri Anda; citra yang merupakan alat penting untuk mencapai kebaikan atau keburukan.

Untuk mengubah, memperbaiki dan meningkatkan citra diri; Anda harus bersedia menggunakan kekuatan pikiran super Anda ini dan mau bekerja keras dengan sebuah wawasan baru, sebuah cara pandang dan cara berpikir baru.

Satu hal yang harus Anda miliki, itu adalah keyakinan. Semoga Anda memilikinya, karena kalau soal satu ini saya tidak bisa membantu Anda. Anda harus memiliki keyakinan cukup untuk melakukan mau melakukan perbaikan di dalam diri Anda sendiri, agar manfaatnya bisa segera Anda rasakan secara nyata dalam bentuk fisik.

Kembali kepada "citra diri"; lebih lanjut, semua tindakan dan emosi kita akan selalu konsisten dengan citra diri kita. Anda akan bertindak sesuai dengan macam pribadi yang menurut pikiran Anda adalah Anda. Anda tidak bisa bertindak selain dari itu, meskipun mungkin Anda melatih seluruh daya kemampuan Anda. Jika orang berpikir dengan keyakinan bahwa dirinya "tipe orang gagal", maka pasti dirinya akan menemukan cara untuk mendapatkan kegagalan; biarpun dia sudah berusaha keras sekali agar berhasil. Orang yang berpikir dirinya "tidak beruntung" seperti itu akan mendapatkan bukti bahwa dia memang selalu ditimpa kesialan atau kemalangan dalam hidupnya, meskipun dia selalu mencoba berusaha agar berhasil.

Hal penting untuk selalu diingat, adalah: Citra diri merupakan batu fondasi sekaligus tiang penyanggah untuk seluruh kepribadian kita. Secara harfiah, batu fondasi dan tiang penyanggah masih memungkinkan untuk direnovasi, diubah sesuai kehendak kita. Begitu pula halnya dengan citra diri.

Satu hal kebenaran mendasar yang perlu Anda pahami, yaitu: citra diri bisa diubah. Orang tidak pernah terlalu tua atau terlalu muda untuk bisa mengubah citra dirinya; dan memulai hidup baru yang lebih produktif, kreatif, inovatif serta berani mengambil risiko.

Sesungguhnya Anda bisa mengubah citra diri Anda. Oleh karena pada umumnya orang jarang menyadari bahwa kesulitan terletak pada penilaiannya atas diri sendiri. Begitu banyak di antara kita yang kurang menghargai diri sendiri.

Perubahan pasti memerlukan waktu dan usaha. Sangat diperlukan kesabaran dan ketekunan Anda sehingga segalanya akan berjalan lancar. Kalau Anda menggunakan keyakinan secara positif, Anda pasti bisa mengubah citra diri Anda untuk menikmati kehidupan dengan penuh kebahagiaan. Sebagaimana Aldous Huxley; seorang pujangga besar Inggris mengatakan bahwa, "Hanya ada satu sudut di alam semesta yang pasti akan bisa Anda perbaiki; itu adalah diri Anda sendiri".

Saya ingat sebuah kalimat suci yang menyebutkan, bahwa "Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia, sampai manusia itu mau mengubah nasibnya sendiri". Sebuah nasehat dari Nabi, yang luar biasa sekali untuk Anda resapkan ke dalam pikiran dan sanubari Anda.

Pokok terpenting di sini adalah: "Anda memang harus ada keinginan dan kemauan sendiri untuk bisa berubah lebih baik". Orang lain, bahkan Tuhanpun tidak bisa menjadikan diri Anda lebih baik, jika Anda tidak ada keinginan disertai kemauan kuat untuk benar-benar mau berubah lebih baik.

Hal ke tiga yang mempengaruhi Konsep Diri adalah Harga Diri. Seberapa besar Anda bisa memberikan penghargaan kepada diri Anda sendiri akan menentukan seberapa tinggi harga diri Anda. Jika Anda seringkali sangat tidak menghargai diri sendiri, menganggap remeh diri sendiri. Maka orang lainpun bisa dipastikan tidak dapat menghargai Anda sebagaimana mestinya. Citra Diri Anda juga sangat kuat pengaruhnya terhadap Harga Diri Anda. Oleh karena itu, langkah awal yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana membentuk citra diri lebih baik, sehingga harga diri Anda pasti ikut menjadi lebih baik lagi.

Keberhasilan Anda dalam memperbaiki atau membentuk kembali Konsep Diri yang benar sesuai keinginan Anda, sangat ditentukan oleh sikap Anda pribadi. Sikap adalah tidak lebih dari kebiasaan berpikir dan kebiasaan itu dapat diperoleh, sehingga sikap itu dapat dibentuk dan dipelajari. Sikap yang sehat secara pasti akan membimbing Anda menuju kesuksesan. Sikap yang sehat harus terus menerus dipupuk dan dibiasakan dalam keseharian.

Sekarang saatnya bagi Anda untuk mulai membentuk citra diri lebih baik, yaitu dengan mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir baru dan memikirkan cara-cara baru dalam memandang segala hal yang ada di sekeliling Anda. Mengubah cara berpikir bukanlah dengan agama atau kurikulum pendidikan, tetapi dengan jalan mengubah diri, melakukan perjalanan ke dalam diri sendiri, memahami sepenuhnya siapa diri kita; termasuk unsur penunjang kehidupan diri kita. Para ahli sepakat bahwa perbaikan keadaan mental, dapat dicapai dengan mengubah pikiran tidak sehat menjadi sehat.

Ingatlah nasehat bijak ini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa", kata Norman Vincent Peale, seorang pemikir terkemuka dunia. Dia meyakinkan kepada kita semua, bahwa Anda pasti bisa melakukan keinginan Anda; jika Anda berpikir Anda bisa melakukannya. Tetapi nasehat ini menurut saya masih kurang lengkap; jadi perlu saya tambahkan satu phrase kalimat yaitu: "... dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Lebih lengkapnya saya tulis begini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa; dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Itulah nasehat bagus, yang saya lengkapi agar bisa Anda pahami maknanya dengan lebih jelas.

Dari kalimat nasehat di atas, jelas sekali saya tunjukkan kepada Anda, bahwa untuk bisa berubah, disamping harus punya keinginan sendiri disertai kepercayaan pikirannya; seseorang juga harus punya kemauan sendiri yang kuat untuk berubah; bukan hanya berpikir bahwa dia bisa berubah. Saya pikir, jika tidak ada kemauan diri sendiri yang kuat, orang pasti akan sulit berubah ke arah lebih baik.

Salam Luar Biasa Prima!

Wasalam,
Wuryanano
http://wuryanano. blogspot. com/
http://groups. yahoo.com/ group/SuperMindP ower/